SIRI' NA PACCE'

Members / *Daftar Di Sini* :

FOR SALE....!!!!
T-Shirt (Kaos Oblong) diperuntukkan kepada para anggota clan -=JuSTiCe=-, Bagi yang berminat silahkan ke sekretariat kami di Jl. Tupai No. 14 'PALAPA NET' atau hubungi contact person di bawah ini :
Chuwa : 085341482248
Thyo : 081242968448
sponsor by :
CM -=JuSTiCe=- clan

MAKNA LAMBANG



Naga Merah ( Red Dragon)

Naga Merah telah lama menjadi simbol kekuasaan dan supremasi dalam mitologi Cina. Naga ini biasanya digambarkan sebagai panjang, makhluk seperti ular dengan Naga Merah telah lama menjadi simbol kekuasaan dan supremasi dalam mitologi empat cakar. Naga dengan lima cakar diperuntukkan hanya untuk kekaisaran biasanya disediakan untuk kaisar. Setiap orang membawa simbol Naga bercakar lima dirawat dengan keramahan terbaik, kebaikan, dan rasa hormat. Namun, siapa pun yang lalim ditampilkan Naga lima mencakar akan menerima hukuman keras. Makna Naga di belahan dunia bagian Barat sebagian dari mereka beranggapan sebagai simbol kejahatan.

Banyak orang yang tertarik dengan desain dan daya tarik dari makhluk-makhluk yang megah, namun hanya sedikit yang benar-benar tahu apa yang mereka melambangkan. Desain Naga Merah telah lama menjadi simbol kekuasaan dan supremasi dalam mitologi ini bisa melambangkan Pemberdayaan, Keindahan, Kebijaksanaan, Kebebasan, atau Api dalam diri sendiri. Yang artinya dapat mewakili semangat atau keinginan untuk sesuatu atau seseorang, unik untuk individu. Jadi, makna lambang Naga Merah pada clan -=JuSTiCe=-, bermakna "pribadi untuk orang yang berbeda" yang artinya memiliki kewibawaan serta keberanian yang tangguh tanpa mengenal pantang mundur karena kesiapan tanpa rasa takut dalam menghadapi rintangan apapun, walaupun yang dihadapinya itu sekalipun berlaku curang..!!!

MITOS DAN LEGENDA NAGA (DRAGON) 
Naga adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap.
 Istilah Naga merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta atau India kuno yang bermakna "ular". Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru.

Nama-nama mereka yang terkenal antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra. Berikut ini adalah anatominya:
Bangsa Naga yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung dan disebut sebagai bangsa Kaga. Keduanya bernama Aruna dan Garuda, yang merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa. Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu juga sebagai saudara tiri. Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik dan sering terlibat perselisihan.

Di antara para Naga ada pula yang menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di antara putra Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa menyucikan diri. Ia akhirnya diangkat sebagai dewa para ular, bergelar Ananta.
Dalam tradisi Cina juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga. Makhluk ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk, sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India.

Naga versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan. Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia selalu dihormati.

Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga. Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu lama. Setelah tubuhnya memebesar, ia bangun dan terbang menuju surga
Sebagian ilmuwan berpendapat, naga Cina merupakan makhluk khayal yang diciptakan oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk ini juga dikenal dalam kebudayaan Jepang dengan istilah Ryu.

Naga dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar dianggap sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.

Menurut budaya Kalimantan, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminim). Manusia hidup diantara keduanya..
  Dalam budaya Banjar, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam, maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud, sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir.

Dalam arsitektur rumah Banjar, makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran, tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk ukiran tumbuhan.

Mitos dan dongeng rakyat tentang Naga juga telah tumbuh di dunia Barat sejak berabad-abad silam. Naga di dunia Barat digambarkan sebagai kadal besar dengan 2 tangan dan 2 kaki yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki kemampuan untuk menyemburkan lidah-lidah api dan digambarkan memiliki gua bawah tanah.

Naga seperti ini adalah Naga yang terlihat dalam film Harry Poter : And The Goblet Of Fire. Naga ini selalu digambarkan memangsa manusia.




ASAL USUL dan ARTI BINTANG DELAPAN-POINT
Bentuk yang paling jelas mewakili Maroko dalam mata pikiran saya adalah bintang delapan poin. Ini adalah bentuk sederhana yang dibuat oleh dua kotak tumpang tindih. Keras bermata garis membuat indikasi pola Maroko, yang dikenal untuk mereka gunakan garis lurus dalam kontras dengan arabesque lengkung di Timur Tengah. Memiliki rasa yang baik modern dan kuno. 
Sebenarnya, bintang delapan titik tidak unik ke Maroko.Ini muncul dalam budaya di seluruh dunia. Hal ini dapat ditemukan di bendera nasional dan dalam ikonografi religius. Ini membawa berbagai makna yang terkait dengan setiap budaya yang memanfaatkan hal itu. Delapan adalah angka penting dalam hal mewujudkan keseimbangan, dan meskipun tidak selalu digambarkan oleh bintang, hal itu muncul dalam delapan jalur di jalan Buddha dan delapan abadi dalam tradisi Chinesse.  Simbolisme universal adalah salah satu keseimbangan, harmoni, dan tatanan kosmik. Pola adalah terkait astronomi awal, agama, dan mistisisme. Ini adalah simbol dari kedua bintang dan upaya manusia awal untuk memahami dan mengkomunikasikan ketertiban dan kesatuan yang melekat dalam Penciptaan, aturan alam. 

1 komentar:

Drago mengatakan...

Tentang Naganya aku Suka Banget ...

Posting Komentar

Saran & Kritik anda !! amat sangat berguna buat masukan Clan kami, Mohon komentarnya sesuai tema yach !! Terima Kasih.

Clan Master
Karaeng Nanring